Complicated Mind

November 7, 2005

Addicted to Weblog, sebuah Review

Filed under: Opinion

Peringatan: Review ini akan berisi ulasan tentang sebuah buku kumpulan cerpen berjudul “Addicted to Weblog” dan di dalam review ini akan di review setiap cerpen-cerpen yang berada di dalam buku tersebut. Jika anda belum membaca buku tersebut, sebaiknya tidak membaca review ini karena akan mengurangi kenikmatan dalam membaca kumpulan cerpen tersebut. Image hosted by Photobucket.com Semalam, ditemani oleh sebotol teh botol dingin, sebuah roti isi strawberry dan beberapa batang marlboro merah, saya membaca sebuah buku karangan seorang blogger yang dikenal dengan sebutan maknyak yang juga sebagai founder dari blogfam, yang berjudul “Addicted to Weblog”. Saya yang sudah lama tidak membaca novel atau buku-buku cerita lain, tertarik untuk membeli dan membaca kumpulan cerpen ini karena judulnya yang membawa nama weblog dan karena saya tahu bahwa pengarangnya pun seorang blogger yang cukup dikenal oleh blogger-blogger yang lain. Kumpulan cerpen ini berisi 8 buah cerpen yang isi ceritanya (menurut saya) sangat bagus dan dengan cara penulisan yang bagus. Dan untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun, saya bisa membaca sebuah buku sampai habis hanya dengan waktu beberapa jam saja. Cerpen-cerpen yang terdapat di dalam buku ini membuat saya hanyut dalam ceritanya, seakan-akan saya menjadi bagian dari cerita tersebut. Dengan menyebutkan beberapa nama blogger lain seperti vi3, Linda, dan uyet membuat kisah-kisah tersebut seakan nyata, bukan hanya fiksi belaka.

Cerpen 1: Addicted to Weblog: Kisah Perempuan dalam Dua Dunia Cerpen ini sangat bagus. Menceritakan efek positif dan efek negatif sebuah weblog bagi seorang blogger. Akhir cerita yang tidak dapat ditebak, dan seakan-akan membuat kita (para blogger) untuk mulai berkaca, bahwa weblog bukan segalanya. Walaupun weblog bisa dianggap penting oleh para blogger, tetapi kita tidak boleh melupakan tanah yang kita pijak, karena masih ada hal-hal yang lebih penting di dunia nyata. Cerita ini bagus untuk dibaca oleh para blogger dan calon blogger.

Cerpen 2: Perempuan dan Lelaki Maya Kejadian di dunia nyata bisa terbawa ke dunia maya dan kejadian di dunia maya bisa terbawa ke dunia nyata. Mungkin ini pesan yang ingin disampaikan oleh maknyak dalam cerpen ini. Dengan melalui internet, kita bisa menjadi seseorang yang tidak dikenal oleh teman di dunia maya walaupun sebenarnya kita mengenal orang tersebut di dunia nyata. Emosi yang diciptakan di dunia maya bisa menjadi emosi yang nyata di dunia nyata, bahkan bisa menciptakan permusuhan. Dan percakapan-percakapan yang terjadi di dunia maya bisa membuat seseorang menjadi lupa akan statusnya di dunia nyata.

Cerpen 3: Perempuan Dalam Kegelapan Hikmah yang saya ambil dari cerpen ini adalah betapa pentingnya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga dengan komunikasi yang baik.

Cerpen 4: Perempuan itu Bernama Sinta Di dunia maya, kita belum tentu tahu siapa lawan bicara kita. Karena di dunia maya, seseorang bisa menjadi siapapun yang ia mau. Baik itu menyamarkan bentuk fisik, atau bahkan jenis kelamin. Seperti pada cerpen ke-2, dimana emosi seseorang di dunia maya bisa terbawa ke dunia nyata. Terutama jika kita sudah mempercayai lawan bicara kita di dunia maya. Walaupun belum pernah bertemu di dunia nyata.

Cerpen 5: Perempuan dalam Dua Etalase Dari dunia maya, bukan hanya cinta yang bisa lahir, tetapi nafsu pun bisa terlahir dari percakapan-percakapan di dunia maya. Dengan adanya teknologi webcam kita bisa melihat secara langsung lawan bicara kita dan tidak perlu memvisualisasikan secara abstrak bagaimana rupa sang lawan bicara. Sudah diketahui oleh umum bahwa dengan internet kita bisa mengumbar nafsu baik hanya sekedar cybersex atau bahkan bisa berlanjut di dunia nyata.

Cerpen 6, 7 dan 8 Cerpen-cerpen ini lebih menitik beratkan ke budaya, tradisi dan religi. Dimana kita harus tetap menjaga budaya dan tradisi dan tetap ingat kepada Allah SWT, agar tidak terjerumus kedalam kemaksiatan. Juga menggambarkan betapa pentingnya komunikasi personal dan kejujuran antara mahluk Adam. Walaupun cerpen-cerpen ini tidak menceritakan tentang pengaruh dunia maya, tetapi cerpen-cerpen ini sangat menarik dari sisi cerita, penulisan dan pesan moralnya.

Secara keseluruhan, kumpulan cerpen-cerpen ini sangat menarik untuk dibaca, baik oleh para blogger, calon blogger, bahkan non-blogger. Buku ini bisa digunakan sebagai cermin dan mengingatkan kita bahwa apapun bisa terjadi di dunia maya. Dengan mengambil tokoh perempuan sebagai peran utama, memperingatkan para perempuan agar berhati-hati di dunia maya, karena pelecehan-pelecehan sering terjadi di dunia maya dan korbanya sebagian besar adalah perempuan walaupun tidak sedikit lelaki yang menjadi korban para perempuan di dunia maya. Jadi jangan lupa untuk membaca buku kumpulan cerpen ini, ok? Dijamin ngga akan rugi! Untuk review-review dari para blogger yang lain bisa dibaca di sini.

Review ini saya persembahkan untuk maknyak atas hasil karyanya yang bagus dan menarik. Saya tunggu hasil hasil karya berikutanya tentang dunia weblog. Terutama cerita-cerita seperti cerpen yang pertama, agar banyak orang bisa melihat bahwa weblog tidak hanya sekedar curhatan yang dipindahkan ke web, tetapi lebih dari itu, sebagai sarana silaturahmi, berbagi pengalaman ataupun sebagai sarana untuk berbagi ilmu.

October 28, 2005

Hari Sumpah Pemuda ke-77

Filed under: Opinion, Happening

Hari ini, 28 Oktober 2005, adalah hari peringatan Sumpah Pemuda ke-77. Tapi kok kalau saya lihat dengan sekilas, pemuda-pemudi jaman sekarang kerjaannya hura-hura terus yah? Bagaimana dengan penerus pemerintahan kalau pemuda-pemudi yang sekarang sukanya hura-hura. Nanti kalau jadi pejabat pemerintah, kerjanya hura-hura juga donk?

Au ah elap… :p

October 2, 2005

SMS dari Dep. KOMINFO

Filed under: Opinion

Waktu dulu sempat di bahas di blognya mas Priyadi tentang SMS Masal dari Presiden, hari ini gw dapet SMS dari Departemen KOMINFO (Komunikasi dan Informatika). Isi SMS nya begini:

DEP. KOMINFO BBM terpaksa dinaikkan, agar subsidi dapat dialihkan dari orang kaya kepada rakyat miskin. Bantu awasi SUBSIDI TUNAI kepada rakyat miskin. Terima kasih.

Terlepas dari isi SMS tersebut dan menghubungkan dengan posting Priyadi diatas, apakah hal ini dibenarkan (Spamming SMS)? Apakah tidak lebih baik untuk memberitahukan melalui media lain seperti televisi, radio atau media cetak?

Gw kirain SMS dari temen gw, eh taunya cuma SMS dari Dep. KOMINFO :P

September 30, 2005

Demo Kenaikan BBM

Filed under: Opinion, Happening

Setelah melihat berita di TV tentang demo mahasiswa akan kenaikan BBM dan setelah membaca postingan bu dosen Alia tentang demo bbm ala mahasiswa, gw jadi pengen ikut menuangkan rasa kekecewaan gw.

Gw setuju dengan postingan bu dosen Alia tersebut. Memangnya dengan demo atas kenaikan BBM yang mengatas namakan kesejahteraan rakyat kecil bisa merubah kesejahteraan rakyat kecil? Apakah dengan tidak dinaikkannya harga BBM, rakyat kecil bisa menjadi sejahtera? Coba baca postingan dari Mas Priyadi yang mendukung kenaikan harga BBM. Apakah para mahasiswa tidak tahu bahwa kenaikan harga BBM ini adalah dampak dari kenaikan harga minyak dunia? Yang jelas-jelas hal ini tidak hanya mempengaruhi negara Indonesia saja, tapi juga negara-negara lain.

Anak muda sekarang pergaulannya mewah-mewah. Ngga bisa diajak makan yang murah-murah, maunya makan di mall-mall yang harganya ngga murah. Pakai baju harus yang bermerek mahal. Jalan-jalan keluar negeri kayak pergi jalan-jalan dari jakarta ke bandung. Jakarta-Bandung aja udah bisa bikin kantong gw menipis hanya untuk ongkos. Setuju gw kalo fiskal digedein, asal ngga di korup. Dengan catatan, fiskal ditiadakan hanyak untuk orang-orang yang berstatus ‘pelajar’, karena mereka pergi ke luar negeri untuk menuntut ilmu, walaupun mungkin di luar negeri juga berhura-hura. Au ah elap. Kecewa gw ngeliat mahasiswa yang demo tanpa berpikir panjang, tanpa mencari-cari data asal muasalnya. Di otak mereka mungkin algoritma nya begini

if (bbm_naik) then { demo; }

huehueuhe…. Pake acara bakar2 ban segala. Mending daripada demo, lebih baik rembukan gimana caranya mengatasi masalah-masalah yang ada di negeri sendiri. Mungkin dengan cara meningkatkan kemampuan diri sendiri, agar nanti ilmunya bisa dipakai untuk memajukan bangsa. Dan dengan menyisihkan uang hura-hura mereka untuk membantu rakyat kecil. Gw setuju juga tuh kalo SMS di pajak lagi. Semuanya dengan catatan, duit yang disisihkan untuk membantu rakyat kecil benar-benar sampai ke tujuan. Kalo di korup, ya terkutuklah orang yang korup tersebut!

Tangerang

September 16, 2005

Orang-orang di Friendster

Filed under: Internet, Opinion

Sekarang kalo kenalan sama orang di internet atau mungkin di real life, pasti ada sebuah pertanyaan tambahan yaitu “Loe ada friendster ngga?” Memang bodoh kedengarannya, tapi mau gimana lagi. Kalo jawab ngga punya, ntar dijawab “ah ga gaul loe” atau “hareee genee ngga punya friendster???” hahahahahaha….

Friendster sepertinya sudah menjadi salah satu identitas kita di dunia maya. Data-data tentang diri kita ada disana, ada yang bener ada yang asal-asalan. Tapi banyak orang percaya dengan data-data yang ada di Friendster tersebut. Buat gw pribadi, kalo temen-temen gw, gw rata-rata udah tau sedikit gimana orangnya, jadi bisa menilai apa yang dia tulis itu benar atau ngga.

Well, friendster is a good thing. Gw nemu beberapa temen lama yang udah lama banget ngga ada kontak dari friendster. Tapi kadang-kadang gw suka bingung, kok banyak orang-orang itu punya account di friendster lebih dari 1. Apakah semua teman-teman yang terdaftar di friendsternya itu memang temannya dia? Kalau iya, it’s ok. Kalau bukan, gw ngga ngerti apa maksudnya. Buat nambah temen? Biar terkenal? Ada orang yang punya account sampe 7 atau 8 biji, gila. Gw aja yg ngurusin friendster nya SMAN 2 Bandung yang sekarang udah 3 account aja udah capek hahaha…

So, ada komentar dari para friendster mania? Btw, account gw juga hampir penuh nih, perlu account kedua ngga yah? LOL

Tulisan ini di dedikasikan untuk Teh Tina yang minta blog ini di update dan Bu Dosen Alia yang minta tulisan ringan (cukup ringan ngga Bu?)

July 5, 2005

Wawasan Sarjana Ilmu Komputer

Filed under: Opinion

Apa yang anda harapkan dari seorang yang mempunyai gelar Sarjana Komputer? Pasti anda akan berpikir bahwa orang tersebut bisa programming dan mempunyai wawasan yang cukup luas mengenai dunia komputer/IT.

Nah, yang mau ditekankan di tulisan ini adalah di wawasan yang cukup untuk dimiliki seorang Sarjana Komputer. Menurut anda, sejauh mana wawasan tentang dunia komputer/IT yang harus dimiliki seorang Sarjana Komputer?

Saya sendiri masih berstatus mahasiswa jurusan ilmu komputer. Tapi saya sering mendapat pertanyaan dari beberapa orang Sarjana Komputer, dan saya pikir pertanyaan itu tidak seharusnya dilontarkan oleh seorang Sarjana Komputer. Pertanyaan-pertanyaan yang sering saya dapatkan antara lain, “Ndi, Linux itu apaan sih?” atau “Ndi, gimana sih cara nginstall Windows?”

Terus terang, terkadang saya agak shock mendengar pertanyaan-pertanyaan seperti itu dilontarkan oleh orang-orang yang mempunyai gelar Sarjana Komputer. Saya tidak tahu apakah hal itu wajar-wajar saja atau tidak. Tapi menurut saya hal tersebut tidak wajar. Dimanakah letak kesalahannya? Saya yang terlalu sombong karena mengetahui hal-hal yang ditanyakan tersebut? Kesalahan cara pengajaran di universitas? Mohon komentar rekan-rekan sekalian.

Tapi saya harus maklum karena Sarjana Komputer juga manusia… :p Saya pun mengakui kalau saya tuh ngga pinter-pinter banget dan wawasan saya ngga luas-luas banget dibandingkan dengan orang-orang IT seperti Henry, Priyadi, dan orang-orang pintar lainnya. Kalau pinter sih udah lulus dari kapan-kapan hahaha…

April 7, 2005

Tips Menyikapi Kritik

Filed under: Opinion

Diambil dari milis sman2bdg-outsiders

Tak ada orang yang senang menerima kritik. Bagaimana pun hebatnya seseorang,ia pasti tak akan kebal dari kritik. Pertama, karena tak ada manusia yang sempurna dan luput dari kesalahan. Kedua, banyak orang yang senang mengkritik, meskipun mereka tahu dikritik itu tidak enak. Memang tidak semua kritik itu benar. Namun, bagaimana anda mensikapi kritik sebenarnya dapat mendorong perbaikan bagi kepribadian anda.

1–Tahan diri anda dari amarah.

Marah adalah signal alami yang mengatakan bahwa anda sedang dikritik.
Yakinlah setiap orang memang berhak mengutarakan pendapatnya. Biarpun wajah anda merah padam, usahakan agar tidak marah. Bila anda tidak lulus di langkah ini, maka langkah-langkah berikutnya hampir mustahil berguna bagi anda.

2–Terimalah kritik dengan sikap terbuka.

Mungkin kritik itu salah, namun pengkritik menganggapnya berbeda.
Bersikaplah terbuka, bila perlu ubahlah pandangan si pengkritik. Pahami keberatannya sehingga anda dapat menanggapinya secara tepat.

3–Jangan masukkan kritik ke dalam hati.

Meski anda bersikap terbuka, bukan berarti anda selalu memasukkan kritik ke dalam hati dan menjadikannya sebagai urusan pribadi. Hal ini sama saja dengan menyiksa diri anda sendiri. Mungkin kritik ditujukan pada usaha, produk, staff anda, bukan pribadi anda. Ingatlah anda perlu menjaga hubungan jangka panjang. Bila kritik ditujukan secara tidak proporsional, amati saja ketidakmampuan pengkritik menyampaikan kritiknya.

4–Mintalah keterangan lebih spesifik.

Pahami bahwa mungkin kritik itu benar. Jadi cobalah untuk memahami dan meminta keterangan yang lebih spesifik mengenai apa yang dikritik tersebut.
Ini bermanfaat bagi anda dan pengkritik agar dapat melihat situasi yang sebenarnya.

5–Jangan balas kritik dengan kritik.

Tugas anda adalah mensikapi kritik agar anda dapat meraih lebih banyak perbaikan dan keuntungan dari kritik itu. Membalas kritik dengan kritik sama dengan menyulut perdebatan yang tidak perlu. Anda takkan bisa memadamkan api dengan api. Akhirnya yang terjadi hanya abu hangus saja.

6–Tanyailah diri sendiri perbaikan apa yang bisa anda lakukan.

Dengan demikian anda mampu melihat kritik sebagai perbaikan bagi diri sendiri, sekaligus mendapatkan keuntungan darinya. Lebih banyak perbaikan produk ditemukan kritik daripada pujian dari konsumen anda.

7–Mintalah pendapat dari orang lain.

Bila anda tidak yakin dengan sebuah kritik, mintalah pendapat dari orang lain yang benar-benar tulus. Pendapat mereka dapat membantu anda menemukan bagian mana dari kritik itu yang benar atau keliru.

8–Biasakan diri anda dengan kritik.

Membiasakan diri berarti mensikapinya dengan tenang dan positif.
Jangan ragu untuk mengucapkan terima kasih atas kritiknya, meski tidak selamanya benar. Bagaimana pun perhatiannya patut dihargai.

March 20, 2005

Saturday…

Saturday night, I went with Yogi, Buan, Rissa and Mario. We went to BFC Bar in Jl. Jaksa. We stay there until 1 AM. After that we go to Vertigo & X Lounge in Plaza Semanggi. The cover charge is Rp. 70.000,- Luckily my friend was paying it for me :p First, we saw the X Lounge, they playing R&B songs. Then they all want to go upstairs to Vertigo. In Vertigo they playing music that I don’t understand hahaha…. In there I was thinking, what’s wrong with all these people? Why the willing to waste a lot of money on alcoholic drinks? And I was thinking if government make a place like this, they could get a lot of money, and they can pay the debt to other countries. But that was just a thought that would never be come true. It’s impossible that government would open a place like that. After a while, we go downstairs again to X Lounge. In X Lounge I manage my self to get a sit. It’s a very comfortable place with all the people dancing and drinking. I really like to observe those people and wondering what were they thinking hahaha…. Guess I’m not a ‘dugem’ type of person.

After that we went to eat ‘bubur ayam’ in tebet and we went home.

This are the situation in vertigo, taken with Yogi’s handphone (I know it’s too dark :p) Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com

When will I have a time not to think seriously and just enjoying my leisure

February 27, 2005

Love and Pain

Filed under: Opinion

Love and Pain, two words which have two different meanings. But when you love someone you have to prepare to feel pain. Why? Because sometimes love isn’t as beautiful as the meaning of ‘Love’ itself. When you love someone, sometimes you have to sacrifice something, something that you really like. Why? Because sometimes you’re willing to do anything to get that ‘Love’. But when you want to feel ‘Love’, you have to feel the ‘Pain’ so you appreciate the ‘Love’ feeling.

Right now I feel the ‘Pain’. Actually I always feel the ‘Pain’. Maybe someday I could feel the ‘Love’. Someday…

Someone told me that I’m a sensitive guy, actually she put my name in her phonebook as ‘Sensitive Guy’. I wish I’m not that sensitive about my surroundings.

kayaknya gw kebanyakan bikin tugas nih ya sampe ngelantur gini

September 13, 2004

A review: House of Flying Daggers

Filed under: Entertainment, Opinion

Lumayan, artistic,environmentnya bagus banget, berantemnya keren, cuma endingnya kok agak mengecewakan yah… Lumayan lah, tapi ceritanya tidak terlalu berkesan. Harusnya Judul Film-nya “Cinta Segitiga” hehehehe

UPDATE 13 September 2004 Bener kan… judulnya harusnya “Cinta Segitiga” :p

dari sini

“House of Flying Daggers” (aka “Shi Mian Mai Fu” [China], aka “Lovers” [Japan]) is set in the year 859 AD as China’s once flourishing Tang Dynasty is in decline.

Tuh di jepang judulnya “Lovers” hehehehe….

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here